Puasa Ramadhan Bersama Penguasa

YUK BAGIKAN:

Shaum Ramadhan Bersama Penguasa, Syi’ar Kebersamaan Umat Islam.

Shaum Ramadhan Bersama Penguasa, Syi’ar Kebersamaan Umat Islam.


Ditulis oleh : Al Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi, Lc hafizhahullah

Taat kepada pemerintah dalam perkara kebaikan. Inilah salah satu prinsip agama yang kini telah banyak dilupakan dan ditinggalkan umat. Yang kini banyak dilakukan justru berupaya mencari keburukan pemerintah sebanyak-banyaknya untuk kemudian disebarkan ke masyarakat. Akibat buruk dari ditinggalkannya prinsip ini sudah banyak kita rasakan. Satu di antaranya adalah munculnya perpecahan di kalangan umat Islam saat menentukan awal Ramadhan atau Hari Raya.

Bulan suci Ramadhan merupakan bulan istimewa bagi umat Islam. Hari-harinya diliputi suasana ibadah; shaum, shalat tarawih, bacaan Al-Qur`an, dan sebagainya. Sebuah fenomena yang tak didapati di bulan-bulan selainnya. Tak ayal, bila kedatangannya menjadi dambaan, dan kepergiannya meninggalkan kesan yang mendalam. Tak kalah istimewanya, ternyata bulan suci Ramadhan juga sebagai salah satu syi’ar kebersamaan umat Islam. Secara bersama-sama mereka melakukan shaum Ramadhan; dengan menahan diri dari rasa lapar, dahaga dan dorongan hawa nafsu sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari, serta mengisi malam-malamnya dengan shalat tarawih dan berbagai macam ibadah lainnya. Tak hanya kita umat Islam di Indonesia yang merasakannya. Bahkan seluruh umat Islam di penjuru dunia pun turut merasakan dan memilikinya.

Namun syi’ar kebersamaan itu kian hari semakin pudar, manakala elemen-elemen umat Islam di banyak negeri saling berlomba merumuskan keputusan yang berbeda dalam menentukan awal dan akhir bulan Ramadhan. Keputusan itu terkadang atas nama ormas, terkadang atas nama parpol, dan terkadang pula atas nama pribadi. Masing-masing mengklaim, keputusannya yang paling benar. Tak pelak, shaum Ramadhan yang merupakan syi’ar kebersamaan itu (kerap kali) diawali dan diakhiri dengan fenomena perpecahan di tubuh umat Islam sendiri. Tentunya, ini merupakan fenomena menyedihkan bagi siapa pun yang mengidamkan persatuan umat.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Mungkin anda akan berkata: “Itu karena adanya perbedaan pendapat di antara elemen umat Islam, apakah awal masuk dan keluarnya bulan Ramadhan itu ditentukan oleh ru`yatul hilal (melihat hilal) ataukah dengan ilmu hisab”. Bisa juga anda mengatakan: “Karena adanya perbedaan pendapat, apakah di dunia ini hanya berlaku satu mathla’ (tempat keluarnya hilal) ataukah masing-masing negeri mempunyai mathla’ sendiri-sendiri?”

Bila kita mau jujur soal penyebab pudarnya syi’ar kebersamaan itu, lepas adanya realita perbedaan pendapat di atas, utamanya disebabkan makin tenggelamnya salah satu prinsip penting agama Islam dari hati sanubari umat Islam. Prinsip itu adalah memuliakan dan menaati penguasa (pemerintah) umat Islam dalam hal yang ma’ruf (kebaikan).

Mungkin timbul tanda tanya: “Apa hubungannya antara ketaatan terhadap penguasa dengan pelaksanaan shaum Ramadhan❓”

Layak dicatat, hubungan antara keduanya sangat erat. Hal itu karena:

1. Shaum Ramadhan merupakan syi’ar kebersamaan umat Islam, dan suatu kebersamaan umat tidaklah mungkin terwujud tanpa adanya ketaatan terhadap penguasa.

2. Penentuan pelaksanaan shaum Ramadhan merupakan perkara yang ma’ruf (kebaikan) dan bukan kemaksiatan. Sehingga menaati penguasa dalam hal ini termasuk perkara yang diperintahkan dalam agama Islam. Terlebih ketika penentuannya setelah melalui sekian proses, dari pengerahan tim ru‘yatul hilal di sejumlah titik di negerinya hingga digelarnya sidang-sidang istimewa.

3. Realita juga membuktikan, dengan menaati keputusan penguasa dalam hal pelaksanaan shaum Ramadhan dan penentuan hari raya ‘Idul Fithri, benar-benar tercipta suasana persatuan dan kebersa-maan umat. Sebaliknya, ketika umat Islam berseberangan dengan penguasanya, perpecahan di tubuh mereka pun sangat mencolok. Maka dari itu, menaati penguasa dalam hal ini termasuk perkara yang diperintahkan dalam agama Islam.

Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, bersabda:

“Barangsiapa menaatiku berarti telah menaati Allah. Barangsiapa menentangku berarti telah menentang Allah. Barangsiapa menaati pemimpin (umat)ku berarti telah menaatiku, dan barangsiapa menentang pemimpin (umat)ku berarti telah menen-tangku.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari shahabat Abu Hurairah radiallohu anhu)

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-’Asqalani berkata: “Di dalam hadits ini terdapat keterangan tentang kewajiban menaati para penguasa dalam perkarann-perkara yang bukan kemaksiatan. Adapun hikmahnya adalah untuk menjaga persatuan dan kebersamaan (umat Islam), karena di dalam perpecahan terdapat kerusakan.” (Fathul Bari, juz 13, hal. 120)
_______

Silahkan Baca Fatwa Para Ulama terkait Shaum bersama Penguasa :

Selengkapnya Disini :

http://salafybpp.com/index.php/fiqh-islam/162-shaum-ramadhan-bersama-penguasa-syi-ar-kebersamaan-umat-islam

TIS

klik join telegram 🔽
http://bit.ly/FadhlulIslam
www.salafymedia.com
Serta Publikasi:
WA Fadhlul Islam Bandung

KOMENTAR

BLOGGER: 2
Loading...

Nama

Adab-Akhlak,105,Akhirat,10,Akhwat,68,Aqidah,200,Arab Saudi,15,Audio,27,Bantahan,78,Bid'ah,37,Biografi,7,Cerita,9,Cinta,7,Dakwah,16,Doa Dzikir,24,Ebook,8,Fadhilah,42,Faedah Ringkas,17,Fiqih,189,Ghaib,10,Hadits,81,Haji-Umroh,7,Hari Jumat,28,Hari Raya,3,Ibadah,50,Info,78,Inspiratif,23,IT,9,Janaiz,5,Kata Mutiara,109,Keluarga,99,Khawarij,20,Kisah,89,Kontemporer,101,Manhaj,83,Muamalah,26,Nabi,6,Nasehat,303,Poster,5,Puasa,33,Qurban,16,Ramadhan,25,Rekaman,1,Remaja,85,Renungan,9,Ringkasan,84,Sahabat,14,Sehat,31,Sejarah,18,Shalat,89,Syiah,24,Syirik,1,Tafsir,23,Tanya Jawab,371,Tauhid,11,Tazkiyatun Nafs,48,Teman,11,Thaharah,11,Thallabul Ilmi,67,Tweet Ulama,3,Ulama,18,Ustadz Menjawab,1,Video,10,Zakat,3,
ltr
item
Happy Islam | Arsip Fawaid Salafy: Puasa Ramadhan Bersama Penguasa
Puasa Ramadhan Bersama Penguasa
Shaum Ramadhan Bersama Penguasa, Syi’ar Kebersamaan Umat Islam.
https://2.bp.blogspot.com/-V0RvYn0LZHU/V0o2QSjQP4I/AAAAAAAAIsE/Jtk2_3OonsweUmIis9R9WGxEtbX6OYrPQCK4B/s320/puasa-ramadhan-pemerintah.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-V0RvYn0LZHU/V0o2QSjQP4I/AAAAAAAAIsE/Jtk2_3OonsweUmIis9R9WGxEtbX6OYrPQCK4B/s72-c/puasa-ramadhan-pemerintah.jpg
Happy Islam | Arsip Fawaid Salafy
http://www.happyislam.com/2016/05/puasa-ramadhan-bersama-penguasa.html
http://www.happyislam.com/
http://www.happyislam.com/
http://www.happyislam.com/2016/05/puasa-ramadhan-bersama-penguasa.html
true
5378972177409243253
UTF-8
Loaded All Posts Afwan tidak nemu LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal Hapus Oleh Beranda PAGES POSTS View All BACA LAGI BIAR TAMBAH FAQIH || FAEDAH LAIN KLIK SIMBOL -> LABEL ARSIP CARI ARTIKEL SEMUA ARTIKEL Afwan, tidak nemu ! Kembali ke Beranda Ahad Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ahad Sen Sel Rab Kam Jum Sab JanuarI Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy