Kompilasi Rubrik "Ustadz Menjawab" Part 01

YUK BAGIKAN:

Kompilasi Rubrik "Ustadz Menjawab" Part 01 bersama Al Ustad Abu Khuzaimah, Silsilatush Sholihin Padang

Kompilasi Rubrik "Ustadz Menjawab" Part 01


( Soal no 233) Bismilah.

Ustadz sebagaimana kita ketahui kebanyakan di pulau jawa❓
Kebanyakan imam Masjid dikampung, sudah biasa melakukan amalan sperti manakib, maulud, istighotsah,ziarah kubur dll.
Bagaimana hukum sholat di belakang imam seperti ini❓kami butuh arahan dan bimbingan antum Ustadz.

Jazakumullah khoiron


Di Jawab oleh Al Ustad Abu Khuzaimah murid  Al Ustad Luqman Ba'abduh.(Muqim di Kota Padang Pengajar  Ma'had Silsilatush Sholihin )

Jawaban: HUKUM SHOLAT DIBELAKANG AHLUL BID’AH

Selama bid’ahnya adalah bid’ah yang tidak mengeluarkannya dari agama islam maka boleh sholat dibelakangnya. Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah mengatakan:

نعم تصح الصلاة خلف المبتدع وخلف المسبل إزاره وغيرهما من العصاة في أصح قولي العلماء ما لم تكن البدعة مكفرة لصاحبها، فإن كانت مكفرة له كالجهمي ونحوه ممن بدعتهم تخرجهم عن دائرة الإسلام، فلا تصح الصلاة خلفهم، ولكن يجب على المسئولين أن يختاروا للإمامة من هو سليم من البدعة والفسق، مرضي السيرة؛ لأن الإمامة أمانة عظيمة، القائم بها قدوة للمسلمين، فلا يجوز أن يتولاها أهل البدع والفسق مع القدرة على تولية غيرهم.

“Iya, Sholat dibelakang (menjadi makmum bagi seorang ) Ahlul Bid’ah dan yang isbal sarungnya dan juga selain keduanya dari para pelaku maksiat, adalah sah menurut pendapat yang paling shohih. Selama bid’ahnya tidak mengeluarkannya dari agama islam (atau yang disebut dengan Bid’ah Mukaffirah:  pen).

Jika Bid’ahnya adalah bid’ah yang mengeluarkannya dari agama islam seperti bid’ahnya Jahmiyah dan yang semisal dengannya maka tidak sah sholat dibelakang (menjadi makmum)nya.

Akan tetapi wajib bagi setiap yang bertanggung jawab dalam pemilihan imam untuk memilih imam yang yang selamat dari amalan Bid’ah dan kefasikan, mempunyai latar belakang yang baik, karena keimaman sholat adalah amanah yang sangat besar, yang menjalankan amanah ini adalah teladan bagi kaum muslimin, maka tidak boleh mengamanahkan perkara ini kepada ahlul (pelaku) bid’ah dan kefasikan, sedangkan dia mampu untuk mencari selain dari mereka untuk memegang amanah ini” (Majmu’ Fatawa Bin Baz)


Dipublikasi Oleh
USTADZ  MENJAWAB


====================

( Soal no 234) Bismillah. afwan Ustadz, mohon bimbingan dan nasehat antum. Ana mempunnyai Adik Ipar, dan adik ipar ana sangat mencintai Suaminya seperti pasangan suami istri yg lain. Namun saat ini suami adik ipar ana tidak sholat. Namun tidak memberi nafkah lahir dan batin tidak sepertibiasanya/ dikatakan sudah tidak pernah. Mohon bimbingan dan nasehat antum Ustadz. Jazakallahu khoiron wa barakallahufiyk.


Di Jawab oleh Al Ustad Abu Khuzaimah murid  Al Ustad Luqman Ba'abduh.(Muqim di Kota Padang Pengajar  Ma'had Silsilatush Sholihin )

Jawaban: Nasehat Untuk Pasutri

Hendaknya sang istri, menasehati sang suami dengan kelembutan, sesuai dengan posisi dia sebagai seorang istri, jika tidak didengarkan, maka boleh bagi sang istri untuk meminta kepada seseorang yang dipercaya (diutamakan yang berilmu agama) untuk menasehati sang suami.

Namun jika sang istri tidak sabar dan dia takut nantinya tidak mampu untuk berbakti kepada suami sehingga melanggar hukum-hukum Allah maka dia boleh untuk meminta khulu’

Berdasarkan firman Allah Ta’ala:

فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا يُقِيمَا حُدُودَ اللَّهِ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا فِيمَا افْتَدَتْ بِه

Artinya: “Jika kalian khawatir bahwa keduanya (suami istri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, tidak ada dosa bagi keduanya akan bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya” (Al Baqarah : 229)

Namun bersabar adalah lebih utama bagi dia, kecuali kalau sang suami melakukan perbuatan kufur dan tidak bisa dinasehati, maka ia wajib meminta khulu'


Dipublikasi Oleh
USTADZ  MENJAWAB

====================


( Soal no 235) بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ


Assalamu'alaikum afwan ustadz bagaimana caranya men tadaburi alquran,apakah dgn cara kita membaca Ayat Al-Qur'an dan Artinya termasuk mentadaburi? jazaakallahu khairan.


Di Jawab oleh Al Ustad Abu Khuzaimah murid  Al Ustad Luqman Ba'abduh.(Muqim di Kota Padang Pengajar  Ma'had Silsilatush Sholihin )

Jawaban: MAKNA TADABBUR AL QUR’AN

Mentadabburi Al Qur’an tidak cukup hanya dengan melihat terjemahannya saja.

At Tadabbur secara bahasa:

تأمَّله وتفكّر فيه على مَهَلٍ، ونظر في عاقبته

Artinya : “Merenungkan dan memikirkan suatu perkara dengan tidak tergesa-gesa, dan melihat kepada akibatnya”

Berkata Asy Syaikh As Sa’di rahimahullah ta’la:

التأمل في معانيه، وتحديق الفكر فيه، وفي مبادئه وعواقبه، ولوازم

Artinya: “(Tadabbur adalah) Merenungkan makna Al Qur’an, memperkuat pemikiran padanya, dan pada dasar/awal/pokoknya dan akibat/kesudahannya, serta ketetapan-ketetapannya” (Tafsir As Sa’di: 170)


Dipublikasi Oleh
USTADZ  MENJAWAB

====================

( Soal no 236) Bismillah.

Afwan Ustadz, mohon bimbingan
Kalau perbuatan haram dicontoh orang, lalu yg mengasih contoh bertaubat. Tetapi yg mengikuti tidak/belum bertaubat.  Malah bertambah banyak. Apakah dosanya masih mengalir kepada yg meng awali perbuatan tersebut ataukah tidak❓
Jazakallahu khairon


Di Jawab oleh Al Ustad Abu Khuzaimah murid  Al Ustad Luqman Ba'abduh.(Muqim di Kota Padang Pengajar  Ma'had Silsilatush Sholihin )

Jawaban: HUKUM TAUBATNYA PARA PELAKU SUNNAH SAYYIAH

Jika dia bertaubat dengan memenuhi syarat-syaratnya, kemudian memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukannya, kemudian menjelaskan kepada manusia tentang kesalahannya maka dia telah keluar dari dosa orang yang mengikutinya Insya Allah.

Seperti firman Allah ta’ala:
إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَبَيَّنُوا فَأُولَئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ وَأَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيمُ (160)

Artinya : “Kecuali orang yang bertaubat dan memperbaiki, dan menjelaskan mereka itulah yang aku beri ampunan padanya, dan Aku adalah maha pengampun lagi maha Penyayang” (Al Baqarah 160)


Dipublikasi Oleh
USTADZ  MENJAWAB
________________________


( Soal no 238) Bismillah afwan ustadz apa hukum makan dan minum sambil berdiri apakah haram❓sebutkan dalil Pengharoman hal tersebut.  Jajzakallah khairan.


Di Jawab oleh Al Ustad Abu Khuzaimah murid  Al Ustad Luqman Ba'abduh.(Muqim di Kota Padang Pengajar  Ma'had Silsilatush Sholihin )

Jawaban: HUKUM MAKAN DAN MINUM SAMBIL BERDIRI

Khilaf Ulama tentang Hukum Makan dan Minum sambil berdiri yang rajih adalah hukumnya makruh.

Berikut sebagian perkataan Ulama tentangnya:

1.Asy Syaikh Bin Baz rahimahullah, beliau berkata:

وكلها صحيحة والحمد لله، فالنهي عن ذلك للكراهة، فإذا احتاج الإنسان إلى الأكل واقفا أو إلى الشرب واقفا فلا حرج

Artinya: “Seluruh hadits tentang perkara ini adalah shohih, Walhamdulillah, larangan untuk (makan dan minum sambil berdiri) itu hukumnya adalah makruh, jika seseorang butuh untuk makan dan minum sambil berdiri maka ini tidak mengapa..”

Beliau juga mengatakan:

وإن جلس فهو أفضل وأحسن

Jika dia makan dan minum sambil duduk maka ini adalah lebih utama dan lebih baik (diringkas dari majmu fatawa bin baz)

2.Asy syaikh Al Utsaimin

فالأفضل في الأكل والشرب أن يكون الإنسان قاعدا لأن هذا هو هدي النبي صلى الله عليه وسلم ولا يأكل وهو قائم ولا يشرب وهو قائم

Artinya: “Yang utama dalam masalah makan dan minum adalah seseorang melakukannya sambil duduk, karena inilah petunjuk Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam, maka hendaklah dia tidak makan dan minum sambil berdiri....” (diringkas dari syarh Riyadhus Sholihin 2/423)

Beliau juga mengatakan:

ويجوز الشرب قائما

Artinya: “dan boleh bagi dia untuk minum sambil berdiri...” (diringkas dari Syarh riyadhus sholihin hal  2/425)

Hal yang membuat mereka mengatakan hukumnya makruh bukan haram adalah karena perbedaan yang ada pada hadits-haditsnya

Yaitu hadits yang melarang:

وعن أنس رضى الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه نهى أن يشرب الرجل قائما قال قتادة: فقلنا لأنس: فالأكل؟ قال: ذلك أشر أو أخبث رواه مسلم

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu : dari Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam beliau melarang seseorang minum sambil berdiri. Berkata Qotadah; “kami bertanya kepada Anas , Adapun Makan (sambi berdiri)?”
 Anas berkata; “yang demikian adalah lebih jelek” (HR Muslim)

Hadits Yang membolehkan:

وعن ابن عباس رضى الله عنهما قال: سقيت النبي صلى الله عليه وسلم من زمزم فشرب وهو قائم متفق عليه

Dari Ibnu Abbas beliau berkata : “Aku memberi minum kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam dari air zamzam, kemudian Nabi meminumnya dalam keadaan berdiri (Muttafaqun ‘alaihi)

Kesimpulan : Hukum makan dan minum sambil berdiri adalah makruh, dan hendaklah seseorang tidak bermudah-mudahan dalam perkara ini, jika dia memang butuh untuk makan dan minum sambil berdiri maka diperbolehkan bagi dia.


Dipublikasi Oleh
USTADZ  MENJAWAB

====================

( Soal no 248) Bismillah
Al afwu ust , ana mau bertanya
Apakah boleh. Bagi hasil dengan menetapkan per 35 hari, ketika uang sdah terkumpul dan sudah berbentuk Uang ditangan kita. Apakah kita mendapat kan 10% dri uang yg di investasikan kepada kita.
Misal : kita ikut investasi 10jt. Dalam jangka waktu 35 hari. Ada pembagian Hasil keuntungan jualbeli tersebut  sebanyak 10% ( 1jt ) . Ana minta bimbingan Ustadz agar kita selamat dari perkara yg terlarang. Atas waktunya ustadz menjawab pertanyan kami. Ana ucapkan ➡️

Jazakallahu khairan wa barakallahu fik


Di Jawab oleh Al Ustad Abu Khuzaimah murid  Al Ustad Luqman Ba'abduh.(Muqim di Kota Padang Pengajar  Ma'had Silsilatush Sholihin )

Jawaban: JUAL BELI DENGAN SYIRKAH (PERSEKUTUAN) DENGAN PENGHASILAN YANG DITETAPKAN

Kita contohkan pada suatu perjanjian Syirkah Mudharabah yaitu Salah satu dari anggota yang berserikat menyerahkan harta kepada salah seorang anggota lainnya sebagai modal untuk melakukan muamalah jual beli, untuk mendapatkan bagian tertentu dari laba (lihat Al Fiqhu l Muyassar hal 241)

Keuntungan pada Syirkah ini harus ditentukan dari LABA,  tidak boleh menentukan bagian untung dari suatu perjanjian kerjasama jual beli (syirkah) ini dengan TANPA MELIHAT pada keuntungan (laba) yang didapat.
Berikut fatwa Al Lajnah ad Daimah tentang perkara ini:

السؤال التاسع من الفتوى رقم (11967)
س9: هل يجوز عقد شركة كالتالي: أحد الطرفين يدخل برأس المال، والثاني يدخل بجهده وخبرته، ويعطي الطرف الأول نسبة ثابتة من المبيعات، بغض النظر عن الربح أو الخسارة.
ج9: لا يجوز، وإنما المشروع أن يكون، نصيب العامل جزءا مشاعا من الربح؛ كالنصف والثلث ونحوهما. وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
نائب الرئيس ... الرئيس
عبد الرزاق عفيفي ... عبد العزيز بن عبد الله بن باز

Artinya:
SOAL: Apa boleh perjanjian Syirkah sebagai berikut: Satu pihak memasukkan modal tertentu, dan pihak yang kedua memberikan sumbangan tenaga dan pengetahuan, kemudian pihak pertama diberikan bagian yang tetap (sebagai hasil kerjasama persekutuan)  dengan tanpa melihat pada keuntungan atau kerugian usaha

Jawab: Tidak boleh, yang disyariatkan untuk bagian yang didapat adalah bagian yang terbagi dari LABA, seperti 50% (1/2) atau 33,3% (1/3) atau yang semisal dengannya. (Fatwa Al Lajnah Ad Daimah no 11967)


Dipublikasi Oleh
🇮🇩🍃USTADZ  MENJAWAB🍃🇮🇩

Postting :
Sabtu, 26 Maret 2016
Jam, 16.10 wib


====================


( Soal no 249) Bismilah. Apakah diperbolehkah kita sholat tahajjud berjamaah❓walau bukan dibulan Romadon❓ atas  bibingan ustadz ana ucapkan ➡️

جزاك الله خيرا


 Di Jawab oleh Al Ustad Abu Khuzaimah murid  Al Ustad Luqman Ba'abduh.(Muqim di Kota Padang Pengajar  Ma'had Silsilatush Sholihin )

Jawaban:
 HUKUM SHOLAT TAHAJJUD BERJAMAAH DILUAR RAMADHAN

Hal ini tidak diperbolehkan, kecuali hanya sekali-sekali saja, dan tidak menjadikan hal tersebut sebagai kebiasaan, untuk lebih jelasnya ana bawakan fatwa berikut:

السؤال الثاني من الفتوى رقم (19444)
ج2: صلاة التهجد بالليل في غير رمضان لا تشرع لها الجماعة بصورة دائمة بل كل واحد يصلي وحده ولزوجتك أن تصلي بجوارك وأنت لست إماما لها وهي غير مرتبطة بك ولا بأس أن تصلي معك جماعة في تهجد الليل في بعض الأحيان إذا لم يتخذ ذلك عادة يداوم عليها؛ لأن ابن عباس رضي الله عنهما قام مع النبي صلى الله عليه وسلم في صلاة الليل، وكذلك أبو الدرداء مع سلمان رضي الله عنهما، وتقف زوجتك خلفك عند ائتمامها بك.
وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم


Artinya : Sholat Tahajjud dimalam hari dengan cara berjamaah secara terus menerus pada waktu selain bulan Ramadhan tidak disyariatkan, akan tetapi setiap orang shalat secara sendiri-sendiri.

 Dan bagi istrimu boleh untuk sholat disampingmu dalam keadaan engkau tidak menjadi imam baginya dan dia sholat tidak terikat denganmu (sholat sendiri:  pen).

 Dan tidak mengapa bagi dia sholat berjama’ah denganmu sekali-sekali pada sebagian waktu, jika tidak menjadikan perkara tersebut sebagai kebiasaan, yang terus menerus dilakukan, karena Ibnu Abbas pernah melakukan sholat malam bersama Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam, demikian juga Abu Darda’ bersama dengan Salman radhiyallahu ‘anhuma.

Dan jika engkau sholat berjamah bersama istri, maka istri hendaknya berada dibelakang (bukan disamping:   pen)

(FATAWA AL LAJNAH AD DAIMAH NO 19444)


Dipublikasi Oleh
USTADZ  MENJAWAB🍃🇮🇩
________________________

Postting :
Minggu, 27 Maret 2016
Jam. 20.55 wib

~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Publikasi :
Link Access :
https://bit.ly/SilsilatusSholihinPadang

Kumpulan Artikel :
www.salafypadang.salafymedia.com

https://telegram.me/SilsilatusSholihin

====================
🇮🇩💫Ⓜ️Ma'had Silsilatush Sholihin Padang

KOMENTAR

BLOGGER

Nama

Adab-Akhlak,105,Akhirat,10,Akhwat,68,Aqidah,200,Arab Saudi,15,Audio,27,Bantahan,78,Bid'ah,37,Biografi,7,Cerita,9,Cinta,7,Dakwah,16,Doa Dzikir,24,Ebook,8,Fadhilah,42,Faedah Ringkas,17,Fiqih,189,Ghaib,10,Hadits,81,Haji-Umroh,7,Hari Jumat,28,Hari Raya,3,Ibadah,50,Info,78,Inspiratif,23,IT,9,Janaiz,5,Kata Mutiara,109,Keluarga,99,Khawarij,20,Kisah,89,Kontemporer,101,Manhaj,83,Muamalah,26,Nabi,6,Nasehat,303,Poster,5,Puasa,33,Qurban,16,Ramadhan,25,Rekaman,1,Remaja,85,Renungan,9,Ringkasan,84,Sahabat,14,Sehat,31,Sejarah,18,Shalat,89,Syiah,24,Syirik,1,Tafsir,23,Tanya Jawab,371,Tauhid,11,Tazkiyatun Nafs,48,Teman,11,Thaharah,11,Thallabul Ilmi,67,Tweet Ulama,3,Ulama,18,Ustadz Menjawab,1,Video,10,Zakat,3,
ltr
item
Happy Islam | Arsip Fawaid Salafy: Kompilasi Rubrik "Ustadz Menjawab" Part 01
Kompilasi Rubrik "Ustadz Menjawab" Part 01
Kompilasi Rubrik "Ustadz Menjawab" Part 01 bersama Al Ustad Abu Khuzaimah, Silsilatush Sholihin Padang
https://3.bp.blogspot.com/-mOZAght4Q40/Vv8I4pEjD5I/AAAAAAAAIGo/0KUwsi8RSJQ6eOjUF3GTZXSu7vPg6ItfA/s320/ustadz-menjawab.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-mOZAght4Q40/Vv8I4pEjD5I/AAAAAAAAIGo/0KUwsi8RSJQ6eOjUF3GTZXSu7vPg6ItfA/s72-c/ustadz-menjawab.jpg
Happy Islam | Arsip Fawaid Salafy
http://www.happyislam.com/2016/04/kompilasi-rubrik-ustadz-menjawab-part-01.html
http://www.happyislam.com/
http://www.happyislam.com/
http://www.happyislam.com/2016/04/kompilasi-rubrik-ustadz-menjawab-part-01.html
true
5378972177409243253
UTF-8
Loaded All Posts Afwan tidak nemu LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal Hapus Oleh Beranda PAGES POSTS View All BACA LAGI BIAR TAMBAH FAQIH || FAEDAH LAIN KLIK SIMBOL -> LABEL ARSIP CARI ARTIKEL SEMUA ARTIKEL Afwan, tidak nemu ! Kembali ke Beranda Ahad Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ahad Sen Sel Rab Kam Jum Sab JanuarI Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy